Selasa, 03 Mei 2016

Pengantar Akuntansi dan Perusahaan (Persamaan Dasar Akuntansi)

Pengantar Akuntansi dan Perusahaan
1.      Sifat Dasar Perusahaan dan Akuntansi
Usaha atau perusahaan adalah suatu organisasi dengan sumber daya dasar (input), seperti bahan baku dan tenaga kerja, digabung dan diproses untuk menyediakan barang atau jasa (output). Tujuan dari perusahaan adalah memaksimalkan keuntungan (profit). Keuntungan atau laba adalah selisih antara uang yang diterima dari pelanggan atas barang atau jasa yang dihasilkan, dan biaya yang dikeluarkan untuk input yang digunakan guna menghasilkan barang atau jasa.
1.1                    Jenis – Jenis Usaha
1.      Usaha Jasa (Service Businesses)
Menyediakan jasa untuk pelanggan. Contoh : Perhotelan, Salon, Asuransi, dan lain-lain.
2.      Usaha Dagang (Merchandising Businesses)
Menjual produk yang diperoleh dari pihak lain ke pelanggan. Perusahaan seperti ini disebut peritel. Contoh : Usaha dagang Matahari Putra Prima Tbk menjual produk pakaian.
3.      Usaha Manufaktur (Manufacturing Businesses)
Mengubah input dasar menjadi produk yang dijual kepada pelanggan. Contoh bisnis produksi dan produksi Mustika Ratu Tbk menjual produk kosmetik.

1.2              Peran Akuntansi dalam Bisnis
Peran akuntansi dalam bisnis adalah akuntansi memberikan informasi untuk digunakan oleh manajer dalam menjalankan operasi perusahaan. Akuntansi juga memberikan informasi untuk pihak-pihak lain yang berkepentingan dalama menilai kinerja dan kondisi ekonomi perusahaan. Akuntansi dapat diartikan sebagai sistem informasi yang menyediakan laporan untuk para pemangku kepentingan mengenai aktivitas ekonomidan kondisi perusahaan.
Akuntansi menyediakan informasi bagi para pemangku kepentingan melalui proses-proses berikut :
1.      Mengindentifikasi pemangku kepentingan,
2.      Menilai kebutuhan pemangku kepentingan,
3.      Merancang sistem informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan,
4.      Mencatat data ekonomi mengenai aktivitas dan peristiwa perusahaan,
5.      Menyiapkan laporan akuntansi bagi para pemangku kepentingan.
Pemangku kepentingan  dapat diklasifikasikan dalam 2 kelompok yaitu pemangku kepentingan internal dan pemangku kepentingan eksternal. Yang termasuk dalam pemangku kepentingan internal yaitu manajer dan karyawan.
Pemangku kepentingan internalt terikat secara langsung dalam mengelola dan mengoperasikan bisnis. Penyedia bagi pemangku kepentingan internal disebut dengan akuntansi manajerial (mangerial accounting), dimana mempunyai tujuan menyediakan informasi yang relevan dan tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan manajer dan karyawan.
Pemangku kepentingan eksternal yaitu investor, reditur, kondumen, dan pemerintah. Pemangku kepentingan eksternal tidak terlibaat langsung di dalam bisnis. Sebagai contoh, laporan keuangan mengenai operasi dan kondisi bisnis bermanfaat bagi bank dan kreditur lainnyadalam memutuskan untuk memberikan pinjaman atau tidak. Laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statement) adalah jenis laporan akuntansi keungan yang didistribusikan kepada pengguna eksternal.
1.3         Peran Etika dalam Akuntansi dan Perusahaan
Tujuan akuntansi adalah menyediakan informasi yang relevan dan tepat waktuuntuk pengambilan keputusan bagi pemangku kepentingan. Akuntan harus bersikap sesuai etika agar informasi yang mereka sediakan menjadi terpercaya dan bisa dipertanggungjawabkan. Manajer dan karyawan juga harus bersikap sesuai etika dalam mengelola dan mengoperasikan bisnis. Jika tidak, maka tidak akan ada yang berinvestasi atau meminjamkan dananya.
Prinsip moral yang mengarahakan individu dalam bertindak disebut etika. Sayangnya, manjer bisnis dapat ditekan untuk melanggar etika. Salah satu contoh adalah perusahaan PT Kimia Farma dengan kecurangan menggelembungkan nilai penjualan dan persediaan yang berakibat direksi dan pemeriksa laporan keuangannya (auditor) didenda oleh Bapepam lebih dari Rp. 500.000.000,-.
Kesalahan para pemimipin tersebut adalah :
Ø  Kegagalan Karakter Individu. Pelaku bisnis yang beretika mempunyai karakter menjujung tinggi kejujuran, integritas, dan keadilan saat menghadapi tekanan untuk menutupi kebenaran. Para eksektif kerap menghadapi tekanan dari manajer senior untuk memenuhi harapan perusahaan maupun para analis. Awalnya para eksekutif membenarkan kebohongan kecil, akan menjadi besar saat keangan perusahaan memburuk. Saat penyalahgunaan terungkap, pada akhirnya menghancurkan  bisnis dan kehidupan
Ø  Budaya Keserakahan dan Pengabaian Etika. Dengan perilaku para manajer senior dari perusahaan dapat menentukan budaya perusahaan. Pada contoh kasus sebelumnya (PT Kimia Farma) diatas, para manajer senior menciptakan budaya serakah dan mengabaikan kebenaran.
1.4         Peluang Bagi Akuntan
Bebarapa kesempatan karier telah tersedia bagi siswa akuntansi. Saat ini, kebutuhan akan akuntan melebihi jumlah lulusan dlam pasar tenaga kerja. Hal ini terjadi sebagia karena meningkatnya regulasi yang mengatur bisnis akibat adanya pelanggaran-pelanggaran hukum dalam akuntansi dan bisnis.
Akuntan swasta ialah akuntan yang bekerja di perusahaan atau organisasi nirlaba. Beberapa karier akuntan swasta antara lain karyawan pembukuan pegawai gaji, akuntan pajak analis keuangan, akuntan manajemen senior, manajer audit internal.
Akuntan yang memeberikan jasa untuk mendapatkan imbalan atau honor disebut akuntan publik. Dalam akuntansi publik, sebagai akuntan dapat melakukan praktek sebagai individu maupun sebagai anggota kantor akuntan publik. Karier akuntan publik antara lain auditor pemula perusahaan nasional dan auditor pemula kantor akuntan publik berafiliasi asing.
2.      Prinsip Akuntansi Berterima Umum
Jika manajemen suatu perusahaan dapat mencatat dan melaporkan data keuangan yang dirasa sesuai mereka, maka perbandingan laporan keuangan anatarperusahaan akan sulit dilakukan. Maka dari itu, akuntan keuangan mengikuti prinsip akuntansi yang berlaku secara umum dalam menyiapkan laporan keuangan. Di Indonesia prinsip ini dikenal sebagai prinsip akuntansi berterima umum (PABU). PABU memungkinkan investor dan para pemangku kepentingan untuk membandingkan laporan keuangan antarperusahaan.
Prinsip dan konsep akuntansi dikembangkan dari riset, praktik akuntansi yang berlaku umum, dan regulasi. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) adalah badan otorisasi yang memiliki tanggung jawab utama dalam mengembangkan standar akuntansi di Indonesia. DSAK menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan juga Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Saat ini, DSAK mengadopsi standar akuntansi keuangan internasional dikembangkan oleh International Accounting Standard Boards (IASB) untuk mengembangkan daya banding laporan keuangan perusahaan Indonesia di tingkat internasional.
Selain itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki kewenangan menetapkan standar pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan yang sahamnya diperdagangkandi bursa efek Indonesia. Oleh karena PABU memengaruhi perusahaan membuat laporan dan apa laporannya.
2.1         Konsep Entitas Bisnis
Konsep entitas bisnis (business entity concept) adalah asumsi dasar akuntansi keuangan karena konsep ini membatasi data ekonomi dalam sistem akuntansi ke data yang berhubungan langsung dengan aktivitas usaha. Dengan kata lain, bisnis dipandang sebagai entitas terpisah dari pemilik, kreditur,  atau pihak pemangku kepentingan lainnya. Sebagai contoh, akuntan perusahaan perseorangan akan mencatat aktivitas-aktivitas bisnis saja, bukan aktivitas, aset, atau uang utang pribadi dari si pemilik. Dengan kata lain, akuntansi tidak bisa digunakan oleh bisnis yang mencampur hartanya dengan harta pemilik.
2.2         Konsep Biaya
Menurut konsep biaya (cost concept) jumlah suatu pos laporan keuanga dicatat sebesar biaya perolehan yang meliputi harga beli dan semua biaya sampai sampai pos tersebut siap digunakan.
Konsep biaya meliputi dua konsep penting akuntansi lainnya yaitu objektivitas dan unit ukuran. Konsep objektifitas (objectivity concept) mengharuskan pencatatan dan pelaporan akuntansi didasarkan pada bukti yang objektif. Dalam pertukaran antara pembeli dan penjual hanya harga yang telah disepakati yang dicatat oleh akuntan karena dianggap objektif.
Konsep unit pengukuran (unit of measure concept) mengharuskan data ekonomi dicatat dalam satuan mata uang, seperti rupiah Indonesia, dollar Amerika Serikat, dan lain-lain. Uang adalah unit pengukuran umum yang digunakan untuk keseragaman pelaporan data keuangan.
3.        Persamaan Akuntansi
Sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan disebut aset (asset). Contoh aset meliputi kas, tanah, gedung, dan peralatan. Hak atau klaim atas aset biasanya dibagi berdasarkan dua jenis pemilik : hak kreditur dan hak pemilik. Hak kreditur mencerminkan utang perusahaan yang disebut liabilitas (liabilities). Hak pemilik disebut ekuitas pemilik (owner’s equity). Hubungan keduanya membentuk persamaan sebagai berikut :
Aset = liabilitas + ekuitas
Sebagai ilustrasi, jika aset yang dimiliki suatu usaha sebesar Rp150.000.000 dan liabilitas Rp50.000.000, nilai ekuitas pemilik sama dengan Rp100.000.000, sebagaimana terlihat berikut.
Aset            –          Liabilitas   =  Ekuitas Pemilik
Rp150.000000 – Rp50.000.000 = Rp100.000.000

4.        Transaksi Bisnis dan Persamaan Akuntansi
Membayar tagihan telepon bulanan sebesar Rp150.000 memengaruhi kondisi keuangan perusahaan karena kas berkurang. Aktivitas atau kondisi ekonomi yang langsung mengubah kondisi keuangan entitas atau secara langsung memengaruhi hasil operasionalnya disebut transaksi bisnis (business transaction). Sebagai contoh BM9s adalah usaha percetakan milik Haidir dan dikelola sendiri. 1 November 2014 Haidir membuka rekening di bank dengan setoran awal Rp30.000.000. Pada transaksi tersebut akan berpengaruh bertambahnya aset pada sisi kiri, serta ekuitas (modal Haidir) sebelah kanan juga bertambah sebesar Rp30.000.000. Aset = Ekuitas.
Transaksi A
Aset
=
Liabilitas
Ekuitas

Rp30.000.000
-
Rp30.000.000

Transaksi B
3 November 2015 Haidir membeli gedung sebesar Rp20.000.000
*dalam Ribuan Rupiah
Aset
=
Liabilitas
Ekuitas
Kas
Gedung
Modal Haidir
So. Awal
30.000
30.000
(20.000)
20.000
Saldo
10.000
20.000
30.000
Pengaruh dari transaksi tersebut adalah kas berkurang sebesar Rp20.000.000, gedung bertambah Rp20.000.000. Sisa saldo kas + saldo gedung =  saldo ekuitas
Transaksi C
5 November 2015 Haidir membeli secara kredit perlengkapan distro sebesar Rp1.200.000
*dalam Ribuan Rupiah
Aset
=
Liabilitas
Ekuitas
Kas
Gedung
Perlengkapan
Modal Haidir
So. Awal
10.000
20.000
30.000
1.200
1.200
Saldo
10.000
20.000
1.200
1.200
30.000
Karena pembelian perlengkapan secara kredit, jadi liabilitas bertambah Rp1.200.000
Transaksi D
12 November 2014 menerima penjualan sebesar Rp3.200.000 secara tunai
*dalam Ribuan Rupiah
Aset
=
Liabilitas
Ekuitas
Kas
Gedung
Perlengkapan
Modal Haidir
Pendapatan
So. Awal
10.000
20.000
1.200
1.200
30.000
3.200
3.200
Saldo
13.200
20.000
1.200
1.200
30.000
3.200
Penerimaan penjualan dicatat terpisah dengan ekuitas karena agar mudah mengidentifikasi setoran modal owner.

Transaksi E
30 November 2014 BM9s membayar beban-beban antara lain : gaji Rp2.100.000, sewa mesin foto copy Rp1.700.000 beban utility (listrik,air,telepon) Rp900.000, beban lain-lain Rp200.000
*dalam Ribuan Rupiah
Aset
=
Liabilitas
Ekuitas
Kas
Gedung
Perlengkapan
Modal Haidir
Pendapatan
Gaji
Sewa Mesin
Beban Utilitas
Lain-lain
So. Awal
13.200
20.000
1.200
1.200
30.000
3.200
(4.900)
(2.100)
(1.700)
(900)
(200)
Saldo
8.300
20.000
1.200
1.200
30.000
3.200
(2.100)
(1.700)
(900)
(200)
Beban-beban tersebut memengaruhi jumlah kas dan jumlah ekuitas.
Transaksi F
30 November 2014 BM9s membayar cicilan kepada kreditur sebesar Rp600.000
*dalam Ribuan Rupiah
Aset
=
Liabilitas
Ekuitas
Kas
Gedung
Perlengkapan
Modal Haidir
Pendapatan
Gaji
Sewa Mesin
Beban Utilitas
lain-lain
So. Awal
8.300
20.000
1.200
1.200
30.000
3.200
(2.100)
(1.700)
(900)
(200)
(600)
(600)
Saldo
7.700
20.000
1.200
600
30.000
3.200
(2.100)
(1.700)
(900)
(200)
Karena transaksi tersebut membayar cicilan makan berpengaruh terhadap pengurangan kas dan jumlah liabilitas juga berkurang.
Transaksi G
30 November 2015 Haidir menghitung perlengkapan yang tersisa sebesar Rp675.000 pada akhir bulan
*dalam Ribuan Rupiah
Aset
=
Liabilitas
Ekuitas
Kas
Gedung
Perlengkapan
Modal Haidir
Pendapatan
Gaji
Sewa Mesin
Beban Utilitas
Lain-lain
So. Awal
7.700
20.000
1.200
600
30.000
3.200
(2.100)
(1.700)
(900)
(200)
(525)
(525)
Saldo
7.700
20.000
675
600
30.000
3.200
(2.100)
(1.700)
(1.425)
(200)
Perlengkapan tersisa sebesar Rp675.000 berarti selisih (Rp1.200.000 – Rp675.000) telah habis digunakan dalam aktivitas operasional perusahaan dan dicatat sebagai beban. Pengaruh transaksinya seperti tabel diatas.



Transaksi H
30 November 2014 Haidir menarik uang tunai sebesar Rp2.500.000 dari perusahaan untuk keperluan pribadi.
*dalam Ribuan Rupiah
Aset
=
Liabilitas
Ekuitas
Kas
Gedung
Perlengkapan
Modal Haidir
Pendapatan
Gaji
Sewa Mesin
Beban Utilitas
Lain-lain
So. Awal
7.700
20.000
675
600
30.000
3.200
(2.100)
(1.700)
(1.425)
(200)
(2.500)
(2.500)
Saldo
5.200
20.000
675
600
27.500
3.200
(2.100)
(1.700)
(1.425)
(200)
Pengambilan uang untuk keperluan pribadi atau yang disebut prive, berpengaruh pada berkurangnya kas dan modal.
Berikut ringkasan dari transaksi-transaksi diatas.
*dalam Ribuan Rupiah
Aset
=
Liabilitas
Ekuitas
Kas
Gedung
Perlengkapan
Modal Haidir
Pendapatan
Gaji
Sewa Mesin
b. Utilitas
lain-lain
a.
30.000
30.000
b.
(20.000)
20.000
Saldo
10.000
20.000
-
-
30.000
-
-
-
-
-
c.
1.200
1.200
Saldo
10.000
20.000
1.200
1.200
30.000
-
-
-
-
-
d.
3.200
3.200
Saldo
13.200
20.000
1.200
1.200
30.000
3.200
-
-
-
-
e.
(4.900)
(2.100)
(1.700)
(900)
(200)
Saldo
8.300
20.000
1.200
1.200
30.000
3.200
(2.100)
(1.700)
(900)
(200)
f.
(600)
(600)
Saldo
7.700
20.000
1.200
600
30.000
3.200
(2.100)
(1.700)
(900)
(200)
g.
(525)
(525)
Saldo
7.700
20.000
675
600
30.000
3.200
(2.100)
(1.700)
(1.425)
(200)
h.
(2.500)
(2.500)
Saldo
10.200
20.000
675
600
27.500
3.200
(2.100)
(1.700)
(1.425)
(200)
Ketika membaca kembali ringkasan diatas, perhatikan beberapa hal berikut, yang berlaku untuk semua jenis usaha :
1.      Pengaruh dari setiap transaksi  adalah kenaikan atau penurunan satu atau lebih elemen dalam persamaan akuntansi
2.      Dua sisi persamaan akuntansi akan selalu sama
3.      Ekuitas pemilik akan naik sebesar jumlah investasi pemilik, dan turun jika terjadi penarikan modal oleh pemilik. Selain itu, ekuitas pemilik juga naik karena pendapatan, dan turun karena beban.

5.        Laporan Keuangan
Setelah transaksi dicatat dan dirangkum, kemudian laporan disiapkan bagi para pengguna. Laporan akuntansi ini biasanya disebut laporan keuangan (financial statement). Berikut jenis-jenis laporan keuangan :
5.1     Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi menyajikan pendapatan dan beban untuk suatu periode waktu tertentu berdasarkan konsep penandingan (matching concept). Laporan laba rugi juga menyajikan selisih lebih pendapatan terhadap beban yang terjadi. Jika pendapatan lebih besar daripada beban, selisihnya disebut laba bersih (net income atau net profit). Jika sebaliknya maka disebut rugibersih (net loss).
5.2     Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas menyajikan perubahan dalam ekuitas pemilik untuk suatu waktu tertentu. Laporan ini dibuat setelah laporan laba rugi karena laba bersih atau rugi bersih harus dilaporkan dilaporan ini. Laporan ini juga disiapkan sebelum laporan posisi keuangan, karena jumlah ekuitas pemilik pada akhir periode harus dilaporkan di laporan posisi keuangan. Sehingga laporan perubahan ekuitas sering kali disebut sebagai penghubung antara laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan.
5.3     Laporan Posisi Keuangan
Laporan posisi keuangan dulunya disebut “Neraca”. Laporan posisi keuangan melaporkan jumlah aset, liabilitas, dan ekuitas. Bagian aset pada laporan posisi keuangan biasanya menyajikan aset berdasarkan urutan pos yang paling mudah diubah menjadi uang tunai atau digunakan dalam operasional perusahaan. Kas disajikan paling atas, diikuti piutang, perlengkapan, peralatan, dan aset lainnya.
Sedangkan ekuitas disajikan diawali dengan liabilitas diikuti dengan modal pemilik. Jika liabilitasnya lebih dari satu, penyajiannya menjadi hutang lancar paling atas, diikuti hutang jangka panjang, dan sebagainya. Perlakuannya sama seperti aset yang dijelaskan sebelumnya.
5.4     Laporan Arus Kas
Laporan arus kas terdiri dari tiga bagian yaitu :
1.      Aktivitas Operasi
Bagian ini melaporkan ringkasan penerimaan dan pembayarn kas dari aktivitas pendanaan.
2.      Aktivitas Investasi
Bagian ini melaaporkan transaksi kas untuk pembelian dan penjualan dari aset yang sifatnya permanen (aset tetap)
3.      Aktivitas Pendanaan
Bagian ini melaporkan transaksi kas yang berhubungan dengan investasikas oleh pemilik, peminjaman, dan penarikan oleh pemilik.

5.5     Keterkaitan Antarlaporan Keuangan
Laporan keuangan disajikan dengan urutan laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan posisi keuangan, dan laporan perubahan ekuitas. Urutan dalam menyiapkan laporan keuangan adalah wajib hukumnya karena laporan tersebut saling terkait satu sama lain. Contoh : jika saldo akhir kas di laporan arus kas kas tidak sama dengan kas di laporan posisi keuangan, berarti telah terjadi kesalahn. Keterkaitan ini dapat menjadi alat periksa apakah laporan keuangan telah dibuat dengan benar.

6.    Analis dan Interpretasi Keuangan : Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas Pemilik
Laporan keuangan berguna untuk bankir, kreditur, pemilik, dan pihak-pihak lain dalam menganalisis dan menginterpretasi kinerja keuangan dan kondisi sebuah perusahaan. Berikut ini berguna dalam menganalisis kemampuan perusahaan dalam membayar kreditur. Hubungan antara liabilitas dan ekuitas pemilik diungkapakan sebagai rasio liabilitas terhadap ekuitas pemilik (ratio of liabilities to owner’s equity)yang dihitung dengan cara :
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas Pemilik
=
Total Liabilitas
Total Ekuitas (Total Ekuitas Pemegang Saham)

Hak kreditur terhadap aset perusahaan adalah lebih prioritas sebelum hak pemegang saham atau pemilik. Jadi, semakin rendah rasio utang terhadap total ekuitas, semakin baik kemampuan dalam membayar kreditur.



















Sumber : Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia, 2014 Edisi 25