Pengantar Akuntansi dan Perusahaan
1.
Sifat
Dasar Perusahaan dan Akuntansi
Usaha
atau perusahaan adalah suatu organisasi dengan sumber daya dasar (input),
seperti bahan baku dan tenaga kerja, digabung dan diproses untuk menyediakan
barang atau jasa (output). Tujuan dari perusahaan adalah memaksimalkan
keuntungan (profit). Keuntungan atau laba adalah selisih antara uang yang
diterima dari pelanggan atas barang atau jasa yang dihasilkan, dan biaya yang
dikeluarkan untuk input yang digunakan guna menghasilkan barang atau jasa.
1.1
Jenis
– Jenis Usaha
1. Usaha
Jasa (Service Businesses)
Menyediakan
jasa untuk pelanggan. Contoh : Perhotelan, Salon, Asuransi, dan lain-lain.
2. Usaha
Dagang (Merchandising Businesses)
Menjual
produk yang diperoleh dari pihak lain ke pelanggan. Perusahaan seperti ini
disebut peritel. Contoh : Usaha dagang Matahari Putra Prima Tbk menjual produk
pakaian.
3. Usaha
Manufaktur (Manufacturing Businesses)
Mengubah
input dasar menjadi produk yang dijual kepada pelanggan. Contoh bisnis produksi
dan produksi Mustika Ratu Tbk menjual produk kosmetik.
1.2
Peran
Akuntansi dalam Bisnis
Peran akuntansi dalam bisnis adalah
akuntansi memberikan informasi untuk digunakan oleh manajer dalam menjalankan
operasi perusahaan. Akuntansi juga memberikan informasi untuk pihak-pihak lain
yang berkepentingan dalama menilai kinerja dan kondisi ekonomi perusahaan.
Akuntansi dapat diartikan sebagai sistem informasi yang menyediakan laporan
untuk para pemangku kepentingan mengenai aktivitas ekonomidan kondisi
perusahaan.
Akuntansi menyediakan informasi
bagi para pemangku kepentingan melalui proses-proses berikut :
1. Mengindentifikasi
pemangku kepentingan,
2. Menilai
kebutuhan pemangku kepentingan,
3. Merancang
sistem informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan,
4. Mencatat
data ekonomi mengenai aktivitas dan peristiwa perusahaan,
5. Menyiapkan
laporan akuntansi bagi para pemangku kepentingan.
Pemangku kepentingan dapat diklasifikasikan dalam 2 kelompok yaitu
pemangku kepentingan internal dan pemangku kepentingan eksternal. Yang termasuk
dalam pemangku kepentingan internal yaitu manajer dan karyawan.
Pemangku kepentingan internalt
terikat secara langsung dalam mengelola dan mengoperasikan bisnis. Penyedia
bagi pemangku kepentingan internal disebut dengan akuntansi manajerial
(mangerial accounting), dimana mempunyai tujuan menyediakan informasi yang relevan
dan tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan manajer dan karyawan.
Pemangku kepentingan eksternal
yaitu investor, reditur, kondumen, dan pemerintah. Pemangku kepentingan
eksternal tidak terlibaat langsung di dalam bisnis. Sebagai contoh, laporan
keuangan mengenai operasi dan kondisi bisnis bermanfaat bagi bank dan kreditur
lainnyadalam memutuskan untuk memberikan pinjaman atau tidak. Laporan keuangan
bertujuan umum (general purpose financial
statement) adalah jenis laporan akuntansi keungan yang didistribusikan
kepada pengguna eksternal.
1.3
Peran
Etika dalam Akuntansi dan Perusahaan
Tujuan akuntansi adalah menyediakan
informasi yang relevan dan tepat waktuuntuk pengambilan keputusan bagi pemangku
kepentingan. Akuntan harus bersikap sesuai etika agar informasi yang mereka
sediakan menjadi terpercaya dan bisa dipertanggungjawabkan. Manajer dan
karyawan juga harus bersikap sesuai etika dalam mengelola dan mengoperasikan
bisnis. Jika tidak, maka tidak akan ada yang berinvestasi atau meminjamkan
dananya.
Prinsip
moral yang mengarahakan individu dalam bertindak disebut etika. Sayangnya, manjer
bisnis dapat ditekan untuk melanggar etika. Salah satu contoh adalah perusahaan
PT Kimia Farma dengan kecurangan menggelembungkan nilai penjualan dan
persediaan yang berakibat direksi dan pemeriksa laporan keuangannya (auditor)
didenda oleh Bapepam lebih dari Rp. 500.000.000,-.
Kesalahan para pemimipin tersebut
adalah :
Ø Kegagalan Karakter
Individu. Pelaku bisnis yang beretika mempunyai
karakter menjujung tinggi kejujuran, integritas, dan keadilan saat menghadapi
tekanan untuk menutupi kebenaran. Para eksektif kerap menghadapi tekanan dari
manajer senior untuk memenuhi harapan perusahaan maupun para analis. Awalnya
para eksekutif membenarkan kebohongan kecil, akan menjadi besar saat keangan
perusahaan memburuk. Saat penyalahgunaan terungkap, pada akhirnya menghancurkan bisnis dan kehidupan
Ø Budaya Keserakahan dan
Pengabaian Etika. Dengan perilaku para manajer
senior dari perusahaan dapat menentukan budaya perusahaan. Pada contoh kasus
sebelumnya (PT Kimia Farma) diatas, para manajer senior menciptakan budaya
serakah dan mengabaikan kebenaran.
1.4
Peluang
Bagi Akuntan
Bebarapa kesempatan karier telah
tersedia bagi siswa akuntansi. Saat ini, kebutuhan akan akuntan melebihi jumlah
lulusan dlam pasar tenaga kerja. Hal ini terjadi sebagia karena meningkatnya
regulasi yang mengatur bisnis akibat adanya pelanggaran-pelanggaran hukum dalam
akuntansi dan bisnis.
Akuntan swasta ialah akuntan yang
bekerja di perusahaan atau organisasi nirlaba. Beberapa karier akuntan swasta
antara lain karyawan pembukuan pegawai gaji, akuntan pajak analis keuangan,
akuntan manajemen senior, manajer audit internal.
Akuntan yang memeberikan jasa untuk
mendapatkan imbalan atau honor disebut akuntan publik. Dalam akuntansi publik,
sebagai akuntan dapat melakukan praktek sebagai individu maupun sebagai anggota
kantor akuntan publik. Karier akuntan publik antara lain auditor pemula
perusahaan nasional dan auditor pemula kantor akuntan publik berafiliasi asing.
2.
Prinsip
Akuntansi Berterima Umum
Jika manajemen suatu perusahaan
dapat mencatat dan melaporkan data keuangan yang dirasa sesuai mereka, maka
perbandingan laporan keuangan anatarperusahaan akan sulit dilakukan. Maka dari
itu, akuntan keuangan mengikuti prinsip akuntansi yang berlaku secara umum
dalam menyiapkan laporan keuangan. Di Indonesia prinsip ini dikenal sebagai prinsip akuntansi berterima umum (PABU). PABU
memungkinkan investor dan para pemangku kepentingan untuk membandingkan laporan
keuangan antarperusahaan.
Prinsip
dan konsep akuntansi dikembangkan dari riset, praktik akuntansi yang berlaku
umum, dan regulasi. Dewan Standar
Akuntansi Keuangan (DSAK) adalah badan otorisasi yang memiliki tanggung
jawab utama dalam mengembangkan standar akuntansi di Indonesia. DSAK
menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) dan juga Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Saat ini, DSAK mengadopsi standar
akuntansi keuangan internasional dikembangkan oleh International Accounting Standard Boards (IASB) untuk mengembangkan
daya banding laporan keuangan perusahaan Indonesia di tingkat internasional.
Selain
itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
memiliki kewenangan menetapkan standar pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan
yang sahamnya diperdagangkandi bursa efek Indonesia. Oleh karena PABU
memengaruhi perusahaan membuat laporan dan apa laporannya.
2.1
Konsep
Entitas Bisnis
Konsep
entitas bisnis (business entity concept) adalah asumsi dasar akuntansi keuangan
karena konsep ini membatasi data ekonomi dalam sistem akuntansi ke data yang
berhubungan langsung dengan aktivitas usaha. Dengan kata lain, bisnis dipandang
sebagai entitas terpisah dari pemilik, kreditur, atau pihak pemangku kepentingan lainnya.
Sebagai contoh, akuntan perusahaan perseorangan akan mencatat
aktivitas-aktivitas bisnis saja, bukan aktivitas, aset, atau uang utang pribadi
dari si pemilik. Dengan kata lain, akuntansi tidak bisa digunakan oleh bisnis
yang mencampur hartanya dengan harta pemilik.
2.2
Konsep
Biaya
Menurut konsep biaya (cost concept)
jumlah suatu pos laporan keuanga dicatat sebesar biaya perolehan yang meliputi
harga beli dan semua biaya sampai sampai pos tersebut siap digunakan.
Konsep biaya meliputi dua konsep
penting akuntansi lainnya yaitu objektivitas dan unit ukuran. Konsep objektifitas (objectivity concept) mengharuskan
pencatatan dan pelaporan akuntansi didasarkan pada bukti yang objektif. Dalam
pertukaran antara pembeli dan penjual hanya harga yang telah disepakati yang
dicatat oleh akuntan karena dianggap objektif.
Konsep
unit pengukuran (unit of measure concept) mengharuskan data ekonomi dicatat dalam
satuan mata uang, seperti rupiah Indonesia, dollar Amerika Serikat, dan
lain-lain. Uang adalah unit pengukuran umum yang digunakan untuk keseragaman
pelaporan data keuangan.
3.
Persamaan
Akuntansi
Sumber
daya yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan disebut aset (asset). Contoh aset
meliputi kas, tanah, gedung, dan peralatan. Hak atau klaim atas aset biasanya
dibagi berdasarkan dua jenis pemilik : hak kreditur dan hak pemilik. Hak
kreditur mencerminkan utang perusahaan yang disebut liabilitas (liabilities).
Hak pemilik disebut ekuitas pemilik
(owner’s equity). Hubungan keduanya
membentuk persamaan sebagai berikut :
Aset
= liabilitas + ekuitas
Sebagai
ilustrasi, jika aset yang dimiliki suatu usaha sebesar Rp150.000.000 dan
liabilitas Rp50.000.000, nilai ekuitas pemilik sama dengan Rp100.000.000,
sebagaimana terlihat berikut.
Aset
– Liabilitas = Ekuitas Pemilik
Rp150.000000 – Rp50.000.000
= Rp100.000.000
4.
Transaksi
Bisnis dan Persamaan Akuntansi
Membayar
tagihan telepon bulanan sebesar Rp150.000 memengaruhi kondisi keuangan
perusahaan karena kas berkurang. Aktivitas atau kondisi ekonomi yang langsung
mengubah kondisi keuangan entitas atau secara langsung memengaruhi hasil
operasionalnya disebut transaksi bisnis
(business transaction). Sebagai
contoh BM9s adalah usaha percetakan milik Haidir dan dikelola sendiri. 1
November 2014 Haidir membuka rekening di bank dengan setoran awal Rp30.000.000.
Pada transaksi tersebut akan berpengaruh bertambahnya aset pada sisi kiri,
serta ekuitas (modal Haidir) sebelah kanan juga bertambah sebesar Rp30.000.000. Aset = Ekuitas.
Transaksi A
|
Aset
|
=
|
Liabilitas
|
Ekuitas
|
|
Rp30.000.000
|
-
|
Rp30.000.000
|
Transaksi B
3 November 2015
Haidir membeli gedung sebesar Rp20.000.000
|
*dalam
Ribuan Rupiah
|
Aset
|
=
|
Liabilitas
|
Ekuitas
|
|
|
Kas
|
Gedung
|
Modal
Haidir
|
|||
|
So. Awal
|
30.000
|
30.000
|
|||
|
(20.000)
|
20.000
|
||||
|
Saldo
|
10.000
|
20.000
|
30.000
|
||
Pengaruh
dari transaksi tersebut adalah kas berkurang sebesar Rp20.000.000, gedung
bertambah Rp20.000.000. Sisa saldo kas + saldo gedung = saldo ekuitas
Transaksi C
5 November 2015
Haidir membeli secara kredit perlengkapan distro sebesar Rp1.200.000
|
*dalam
Ribuan Rupiah
|
Aset
|
=
|
Liabilitas
|
Ekuitas
|
||
|
Kas
|
Gedung
|
Perlengkapan
|
Modal
Haidir
|
|||
|
So. Awal
|
10.000
|
20.000
|
30.000
|
|||
|
1.200
|
1.200
|
|||||
|
Saldo
|
10.000
|
20.000
|
1.200
|
1.200
|
30.000
|
|
Karena pembelian perlengkapan secara
kredit, jadi liabilitas bertambah Rp1.200.000
Transaksi D
12 November 2014
menerima penjualan sebesar Rp3.200.000 secara tunai
|
*dalam
Ribuan Rupiah
|
Aset
|
=
|
Liabilitas
|
Ekuitas
|
|||
|
Kas
|
Gedung
|
Perlengkapan
|
Modal
Haidir
|
Pendapatan
|
|||
|
So. Awal
|
10.000
|
20.000
|
1.200
|
1.200
|
30.000
|
||
|
3.200
|
3.200
|
||||||
|
Saldo
|
13.200
|
20.000
|
1.200
|
1.200
|
30.000
|
3.200
|
|
Penerimaan
penjualan dicatat terpisah dengan ekuitas karena agar mudah mengidentifikasi
setoran modal owner.
Transaksi E
30
November 2014 BM9s membayar beban-beban antara lain : gaji Rp2.100.000, sewa
mesin foto copy Rp1.700.000 beban utility (listrik,air,telepon) Rp900.000,
beban lain-lain Rp200.000
|
*dalam
Ribuan Rupiah
|
Aset
|
=
|
Liabilitas
|
Ekuitas
|
|||||||
|
Kas
|
Gedung
|
Perlengkapan
|
Modal
Haidir
|
Pendapatan
|
Gaji
|
Sewa Mesin
|
Beban
Utilitas
|
Lain-lain
|
|||
|
So. Awal
|
13.200
|
20.000
|
1.200
|
1.200
|
30.000
|
3.200
|
|||||
|
(4.900)
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(900)
|
(200)
|
|||||||
|
Saldo
|
8.300
|
20.000
|
1.200
|
1.200
|
30.000
|
3.200
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(900)
|
(200)
|
|
Beban-beban
tersebut memengaruhi jumlah kas dan jumlah ekuitas.
Transaksi F
30 November 2014
BM9s membayar cicilan kepada kreditur sebesar Rp600.000
|
*dalam
Ribuan Rupiah
|
Aset
|
=
|
Liabilitas
|
Ekuitas
|
|||||||
|
Kas
|
Gedung
|
Perlengkapan
|
Modal
Haidir
|
Pendapatan
|
Gaji
|
Sewa Mesin
|
Beban Utilitas
|
lain-lain
|
|||
|
So. Awal
|
8.300
|
20.000
|
1.200
|
1.200
|
30.000
|
3.200
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(900)
|
(200)
|
|
|
(600)
|
(600)
|
||||||||||
|
Saldo
|
7.700
|
20.000
|
1.200
|
600
|
30.000
|
3.200
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(900)
|
(200)
|
|
Karena
transaksi tersebut membayar cicilan makan berpengaruh terhadap pengurangan kas
dan jumlah liabilitas juga berkurang.
Transaksi G
30 November 2015
Haidir menghitung perlengkapan yang tersisa sebesar Rp675.000 pada akhir bulan
|
*dalam Ribuan Rupiah
|
Aset
|
=
|
Liabilitas
|
Ekuitas
|
|||||||
|
Kas
|
Gedung
|
Perlengkapan
|
Modal
Haidir
|
Pendapatan
|
Gaji
|
Sewa Mesin
|
Beban Utilitas
|
Lain-lain
|
|||
|
So. Awal
|
7.700
|
20.000
|
1.200
|
600
|
30.000
|
3.200
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(900)
|
(200)
|
|
|
(525)
|
(525)
|
||||||||||
|
Saldo
|
7.700
|
20.000
|
675
|
600
|
30.000
|
3.200
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(1.425)
|
(200)
|
|
Perlengkapan
tersisa sebesar Rp675.000 berarti selisih (Rp1.200.000 – Rp675.000) telah habis
digunakan dalam aktivitas operasional perusahaan dan dicatat sebagai beban.
Pengaruh transaksinya seperti tabel diatas.
Transaksi
H
30
November 2014 Haidir menarik uang tunai sebesar Rp2.500.000 dari perusahaan
untuk keperluan pribadi.
|
*dalam Ribuan Rupiah
|
Aset
|
=
|
Liabilitas
|
Ekuitas
|
|||||||
|
Kas
|
Gedung
|
Perlengkapan
|
Modal
Haidir
|
Pendapatan
|
Gaji
|
Sewa Mesin
|
Beban Utilitas
|
Lain-lain
|
|||
|
So. Awal
|
7.700
|
20.000
|
675
|
600
|
30.000
|
3.200
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(1.425)
|
(200)
|
|
|
(2.500)
|
(2.500)
|
||||||||||
|
Saldo
|
5.200
|
20.000
|
675
|
600
|
27.500
|
3.200
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(1.425)
|
(200)
|
|
Pengambilan
uang untuk keperluan pribadi atau yang disebut prive, berpengaruh pada
berkurangnya kas dan modal.
Berikut
ringkasan dari transaksi-transaksi diatas.
|
*dalam Ribuan Rupiah
|
Aset
|
=
|
Liabilitas
|
Ekuitas
|
|||||||
|
Kas
|
Gedung
|
Perlengkapan
|
Modal
Haidir
|
Pendapatan
|
Gaji
|
Sewa Mesin
|
b. Utilitas
|
lain-lain
|
|||
|
a.
|
30.000
|
30.000
|
|||||||||
|
b.
|
(20.000)
|
20.000
|
|||||||||
|
Saldo
|
10.000
|
20.000
|
-
|
-
|
30.000
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
|
c.
|
1.200
|
1.200
|
|||||||||
|
Saldo
|
10.000
|
20.000
|
1.200
|
1.200
|
30.000
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
|
d.
|
3.200
|
3.200
|
|||||||||
|
Saldo
|
13.200
|
20.000
|
1.200
|
1.200
|
30.000
|
3.200
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
|
e.
|
(4.900)
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(900)
|
(200)
|
||||||
|
Saldo
|
8.300
|
20.000
|
1.200
|
1.200
|
30.000
|
3.200
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(900)
|
(200)
|
|
|
f.
|
(600)
|
(600)
|
|||||||||
|
Saldo
|
7.700
|
20.000
|
1.200
|
600
|
30.000
|
3.200
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(900)
|
(200)
|
|
|
g.
|
(525)
|
(525)
|
|||||||||
|
Saldo
|
7.700
|
20.000
|
675
|
600
|
30.000
|
3.200
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(1.425)
|
(200)
|
|
|
h.
|
(2.500)
|
(2.500)
|
|||||||||
|
Saldo
|
10.200
|
20.000
|
675
|
600
|
27.500
|
3.200
|
(2.100)
|
(1.700)
|
(1.425)
|
(200)
|
|
Ketika
membaca kembali ringkasan diatas, perhatikan beberapa hal berikut, yang berlaku
untuk semua jenis usaha :
1. Pengaruh
dari setiap transaksi adalah kenaikan
atau penurunan satu atau lebih elemen dalam persamaan akuntansi
2. Dua
sisi persamaan akuntansi akan selalu sama
3. Ekuitas
pemilik akan naik sebesar jumlah investasi pemilik, dan turun jika terjadi
penarikan modal oleh pemilik. Selain itu, ekuitas pemilik juga naik karena
pendapatan, dan turun karena beban.
5.
Laporan
Keuangan
Setelah
transaksi dicatat dan dirangkum, kemudian laporan disiapkan bagi para pengguna.
Laporan akuntansi ini biasanya disebut laporan
keuangan (financial statement).
Berikut jenis-jenis laporan keuangan :
5.1
Laporan
Laba Rugi
Laporan laba rugi menyajikan pendapatan
dan beban untuk suatu periode waktu tertentu berdasarkan konsep penandingan (matching
concept). Laporan laba rugi juga menyajikan selisih lebih pendapatan
terhadap beban yang terjadi. Jika pendapatan lebih besar daripada beban,
selisihnya disebut laba bersih (net income atau net profit). Jika sebaliknya maka disebut rugibersih (net loss).
5.2
Laporan
Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas
menyajikan perubahan dalam ekuitas pemilik untuk suatu waktu tertentu. Laporan ini
dibuat setelah laporan laba rugi karena laba bersih atau rugi bersih harus
dilaporkan dilaporan ini. Laporan ini juga disiapkan sebelum laporan posisi
keuangan, karena jumlah ekuitas pemilik pada akhir periode harus dilaporkan di
laporan posisi keuangan. Sehingga laporan perubahan ekuitas sering kali disebut
sebagai penghubung antara laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan.
5.3
Laporan
Posisi Keuangan
Laporan posisi keuangan dulunya disebut
“Neraca”. Laporan posisi keuangan
melaporkan jumlah aset, liabilitas, dan ekuitas. Bagian aset pada laporan
posisi keuangan biasanya menyajikan aset berdasarkan urutan pos yang paling
mudah diubah menjadi uang tunai atau digunakan dalam operasional perusahaan. Kas
disajikan paling atas, diikuti piutang, perlengkapan, peralatan, dan aset
lainnya.
Sedangkan ekuitas disajikan diawali
dengan liabilitas diikuti dengan modal pemilik. Jika liabilitasnya lebih dari
satu, penyajiannya menjadi hutang lancar paling atas, diikuti hutang jangka
panjang, dan sebagainya. Perlakuannya sama seperti aset yang dijelaskan
sebelumnya.
5.4
Laporan
Arus Kas
Laporan
arus kas terdiri dari tiga bagian yaitu :
1. Aktivitas
Operasi
Bagian
ini melaporkan ringkasan penerimaan dan pembayarn kas dari aktivitas pendanaan.
2. Aktivitas
Investasi
Bagian
ini melaaporkan transaksi kas untuk pembelian dan penjualan dari aset yang
sifatnya permanen (aset tetap)
3. Aktivitas
Pendanaan
Bagian
ini melaporkan transaksi kas yang berhubungan dengan investasikas oleh pemilik,
peminjaman, dan penarikan oleh pemilik.
5.5
Keterkaitan
Antarlaporan Keuangan
Laporan keuangan disajikan dengan urutan
laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan posisi keuangan, dan
laporan perubahan ekuitas. Urutan dalam menyiapkan laporan keuangan adalah
wajib hukumnya karena laporan tersebut saling terkait satu sama lain. Contoh :
jika saldo akhir kas di laporan arus kas kas tidak sama dengan kas di laporan
posisi keuangan, berarti telah terjadi kesalahn. Keterkaitan ini dapat menjadi
alat periksa apakah laporan keuangan telah dibuat dengan benar.
6.
Analis
dan Interpretasi Keuangan : Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas Pemilik
Laporan
keuangan berguna untuk bankir, kreditur, pemilik, dan pihak-pihak lain dalam
menganalisis dan menginterpretasi kinerja keuangan dan kondisi sebuah
perusahaan. Berikut ini berguna dalam menganalisis kemampuan perusahaan dalam
membayar kreditur. Hubungan antara liabilitas dan ekuitas pemilik diungkapakan
sebagai rasio liabilitas terhadap ekuitas pemilik (ratio of liabilities to
owner’s equity)yang dihitung dengan cara :
|
Rasio
Liabilitas terhadap Ekuitas Pemilik
|
=
|
Total
Liabilitas
|
|
Total
Ekuitas (Total Ekuitas Pemegang Saham)
|
Hak
kreditur terhadap aset perusahaan adalah lebih prioritas sebelum hak pemegang
saham atau pemilik. Jadi, semakin rendah rasio utang terhadap total ekuitas,
semakin baik kemampuan dalam membayar kreditur.