Minggu, 12 Juni 2016

Pentingnya Akuntansi Dalam Perusahaan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi  beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian akuntansi?
2.      Apa contoh bidang-bidang spesialisasi akuntansi?
3.      Apa jabatan bidang spesialisasi akuntansi?
4.      Apa penting posisi akuntansi dalam sebuah organisasi?
5.      Siapa saja pihak yang berkepentingan dalam bidang akuntansi?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian akuntansi.
2.      Untuk mengetahui bidang - bidang spesialisasi akuntansi.
3.      Untuk mengetahui jabatan bidang spesialisasi akuntansi.
4.      Untuk mengetahui pentingnya posisi akuntan dalam suatu organisasi.
5.      Untuk mengetahui siapa yg berkepentingan dalam bidang Akuntansi.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1              Pengertian Akuntansi
Luasnya bidang kegiatan akuntansi mengakibatkan pengertian akuntansi bergantung dari sudut pandang penekanannya.
Pengertian Akuntansi
·           Dipandang dari sudut fungsi atau kegunaannya, akuntansi merupakan aktivitas jasa yang menyediakan informasi penting untuk penilaian jalannya perusahaan, sehingga memungkinkan pimpinan perusahaan atau pihak-pihak diluar perusahaan membuat pertimbangan-pertimbangan dan mengambil keputusan yang tepat
·           Dipandang dari sudut kegiatannya, akuntansi merupakan suatu proses yang meliputi identifikasi (penentuan), pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomis. Rangkaian proses itulah yang merupakan kegiatan akuntansi dalam menjalankan fungsinya, menyediakan informasi keuangan bagi pihak-pihak yang memerlukan. Dalam pelaksanaannya, semua transaksi keuangan yang terjadi dalam periode tertentu diproses dalam tahap-tahap kegiatan sebagai berikut:
1.    Pengidentifikasian (identifying) dan Pengukuran (measuring)
2.    Pencatatan (recording)
3.    Penggolongan (classification)
4.    Pengikhtisaran (summarizing)
5.    Penyusunan Laporan Keuangan (reporting)
2.2              Bidang – Bidang Spesialisasi Akuntansi]
Bidang kegiatan akuntansi, antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi Keuangan yaitu akuntansi yang sasaran (objek) kegiatannya adalah transaksi keuangan yang menyangkut perubahan harta, hutang dan modal suatu perusahaan. Akuntansi Keuangan bertujuan menyajikan laporan keuangan untuk kepentingan pihak intern perusahaan (manajemen) dan pihak-pihak ekstern, misalnya bank, investor, pemerintah dan masyarakat umum.
2.      Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntasi Biaya yaitu akuntasnsi yang sasaran kegiatannya adalah transaksi keuangan yang berhubungan dengan biaya-biaya, misalnya biaya-biaya yang berhubungan dengan proses pembuatan produk. Akuntansi Biaya bertujuan menyediakan informasi biaya yang diperlukan untuk kepentingan intern (pimpinan perusahaan), yaitu untuk menilai pelaksanaan operasi perusahaan dan menentukan rencana kegiatan masa mendatang.
3.      Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Akuntansi perpajakan adalah akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan penentuan objek pajak yang menjadi beban perusahaan, serta perhitungannya untuk kepentingan penyusanan laporan pajak. Kegiatan Akuntansi Perpajakan berfungsi membantu manajemen dalam menentukan pilihan-pilihan transaksi yang akan terjadi, sehubungan dengan pertimbangan-pertimbangan perpajakan. Oleh karena itu, akuntansi yang bekerja dalam bidang ini harus mengetahui benar tentang undang-undang perpajakan yang berlaku.
4.      Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
Akuntansi Anggaran adalah akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data operasi keuangan yang sudah terjadi, serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi, untuk kepentingan penetapan rencana operasi keuangan operasi keuangan perusahaan (anggaran) dalam suatu periode tertentu.
5.      Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Akuntansi Pemeriksaan adalah akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pemeriksaan terhadap catatan-catatan hasil kegiatan Akuntansi Keuangan, yaitu untuk menguji kelayakan laporan keuangan yang dihasilkannya. Akuntansi pemeriksaan besifat independen (tidak memihak) sehingga hasil pemeriksaan akuntan dapat dijamin kebenarannya (obyektif).
6.      Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting)
Akuntansi Pemerintahan adalah bidang-bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan negara, atau sering juga disebut dengan istilah administrasi keuangan negara.

2.3              Jabatan Dalam Bidang Akuntansi
Profesi akuntansi secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu:
1.    Akuntan Publik (Public Accountant), yaitu akuntan swasta yang menyediakan jasa pemeriksaan kepada pihak lain. Pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan publik merupakan pemeriksaan yang datang dari luar badan yang diperiksa (pemeriksaan ekstern).
2.    Akuntan Intern, adalah akuntan yang bekerja di perusahaan-perusahaan swasta (Akuntan Swasta). Mereka menjadi bagian dan mendapat gaji dari perusahaan tempat mereka bekerja. Tugas akuntan intern antara lain merencanakan system akuntansi, mengatur pembukuan, membuat ikhtisar-ikhtisar keuangan, atau bertindak sebagai pemeriksaan intern (internal auditor). Jenjang jabatan dalam bidang akuntansi yang ada pada suatu perusahaan, dapat dibagi menjadi:
a.    Manajer Akuntansi, adalah kepala bagian atau departemen akuntansi yang bertugas antara lain: merancang sistem pembukuan, mengatur atau mengorganisir pembukuan, mengawasi pelaksanaan pembukuan, mengawasi pelaksanaan pembukuan, menyediakan laporan keuangan.
b.    Asisten Manajer Akuntansi, bertugas membantu Manajer Akuntansi dalam melaksanakan tugasnya.
c.    Penata Buku (Bookkeper), sebagai pelaksana pembukuan yang harus memiliki kemampuan:
1.      Menyiapkan bukti transaksi (dokumen akuntansi),
2.      Menganalisis transaksi dalam artian mampu menentukan kebenaran, keabsahan dan  pengelompokkan dokumen transaksi,
3.      Membuat jurnal (mencatat transaksi dalam bentuk jurnal),
4.      Mencatat transaksi kedalam Buku Besar Pembantu,
5.      Mencatat data jurnal kedalam Buku Besar Umum,
6.      Membuat Neraca Saldo,
7.      Membuat Bukti dan Jurnal Penyesuaian,
8.      Menyusun Kertas Kerja (Neraca lajur),
9.      Menyusun Laporan Keuangan.
d.    Pembantu Penata Buku (Accounting Clerk), sebagai pembantu Penata Buku dalam melaksanakan tugasnya.

2.4              Pentingnya Posisi Akuntansi Dalam Organisasi
·      Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal  tidak adanya standar resmi.
·      Menentukan batas dalm hal melakukan judgment dalam penyusunan laporan   keuangan.
·      Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan laporan keuangan.
·      Meningkatkan kualitas laporan yang dapat diperbandingkan

2.5              Pihak – Pihak Yang Berkepentingan
Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi serta manfaatnya bagi pihak yang bersangkutan, antara lain sebagai berikut:
1.    Pimpinan Perusahaan
 Laporan Keuangan bagi pimpinan perusahaan berfungsi sebagai:
} Bukti pertanggungjawaban kepada para pemilik perusahaan atau kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengelola perusahaan.
}  Alat penilaian atas pelaksanaan kegiatan perusahaan, baik secara keseluruhan, bagian-bagian, maupun secara individu yang diserahi wewenang dan tanggu jawab.
}  Alat untuk mengukur tingkat biaya dari kegiatan-kegiatan perusahaan.
}  Dasar atau bahan pertimbangan-pertimbangan dalam menetapkan rencana kegiatan perusahaan dimasa datang.
2.    Pemilik Perusahaan
Dalam Perusahaan-perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepada orang lain, seperti dalam Perseroan Terbatas (PT), bagi pemilik perusahaan laporan keuangan berfungsi sebagai:
·      Alat untuk menilai hasil yang telah dicapai oleh pimpinan perusahaan.
·      Dasar penentuan taksiran keuntungan yang akan diterima dimasa mendatang, serta harga saham yang dimilikinya.
3.    Kreditur dan Calon Kreditur
Kreditur adalah orang atau badan (misalnya bank) yang memberikan pinjaman kepada perusahaan dalam bentuk uang atau barang. Kreditur maupun calon kreditur perlu mengetahui keadaan (posisi) keuangan perusahaan yang terkait (yang menjadi debiturnya), khususnya perusahaanyang mengajukan permohonan kredit (pinjaman). Dari hasil analisis laporan keuangan dapat diketahui tingkat kemampuan perusahaan untuk mengembalikan pinjamannya, sehingga dapat diputuskan apakah pinjaman diberikan atau tidak. Selain itu dapat pula diketahui nilai harta perusahaan yang menjadi jaminan, sehingga dapat ditentukan jumlah pinjaman yang diberikan.
4.    Pemerintahan
Pemerintah dimana suatu perusahaan berada (berdomisili) sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan, yaitu dalam hubungannya dengan:
}  Penetuan besarnya pajak yang menjadi tanggungan perusahaan.
}  Pengumpulan data statistic pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Biro Pusat Statistik yang selanjutnya akan dijadikan dasar perencanaan Pemerintah

.
5.    Karyawan
Karyawan suatu perusahaan berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan tempat mereka bekerja, yaitu untuk:
·      Mengetahui tingkat kemampuan perusahaan dalam memberikan upah dan jaminan social lainnya.
·      Mengetahui perkembangan serta prospek (masa depan) perusahaan, sehingga karyawan dapat menentukan pilihan langkah yang harus dilakukan sehubungan dengan kelangsungan kerjanya.
·      Mengetahui tingkat kelayakan bonus yang diterimanya, disbanding dengan  keuntungan perusahaan dalam periode yang bersangkutan.



















BAB III
PENUTUP
3.1    Simpulan
            Menurut pembahasan diatas tentang akuntansi, dapat disimpulkan bahwa pengertian akuntansi dibagi menjadi 2 yaitu pengertian akuntansi menurut kegunaannya dan pengertian akuntansi menurut kegiatannya. Bidang bidang spesialisasi ada 6 yaitu; Akuntansi keuangan, Akuntansi manajemen, Akuntansi anggaran, Akuntansi biaya, Akuntansi Pemeriksaan, Akuntansi pemerintah. Dan pentingnya akuntansi dalam suatu organisasi. Selain itu ada jabatan dalam bidang akuntansi, serta pula pihak - pihak yang berkepentingan.

3.2    Saran
1.     Bagi Pihak Perusahaan
Seleksi lah secara ketat khususnya untuk para pekerja dibagian finansial atau keuangan. Karena akuntansi merupakan teknik atau keahlian, maka diperlukan juga akuntan atau sarjana akuntansi yang profesional. Dan berilah training atau pengukuhan terhadap karyawan baru mengenai akuntansi, karena biasanya yang bukan fresh graduate suka lupa akan materi akuntansi yang dipelajarinya selama kuliah. Maka dari itu beberapa aspek diatas harus diperhatikan untuk meminimalisir masalah human error pada proses keuangan disuatu perusahaan.
2.     Bagi Perorangan yang Menggeluti Bidang Akuntansi
Bersikap fokus lah terhadap studi yang dikaji, karena akuntansi bukan hanyalah studi ilmu yang hanya sekedar dipahami teorinya, namun kita juga harus bisa mempraktikkan atau mengaplikasikannya jika sudah turun di dunia kerja. Karena yang namanya sarjana akuntansi pasti sangat lah dibutuhkan diberbagai organisasi atau perusahaan, karena memang akuntansi menduduki hal yang penting didalam suatu perusahaan. Maka dari itu berusahalah untuk menjadi akuntan yang profesional.


3.    Bagi Pemerintah dan Menteri Pendidikan
Kurikulum dari tahun ketahun pasti ada saja perubahan yang ditujukan agar memperbaiki kualitas peserta didik. Namun alangkah lebih baiknya akuntansi sudah lebih awal dikenalkan di jenjang sekolah menengah pertama agar saat masuk materi ekonomi di sekolah menengah atas, para peserta didik sudah lebih paham dan tidak kaget terhadap penghitungan langsung seperti membuat laporan keuangan.
Dan alangkah lebih baiknya bukan hanya sekolah menengah kejuruan saja yang melakukan studi  praktek, tapi sekolah menengah atas juga seharusnya menyelenggarakan studi  prakteknya. Hal yang paling miris yaitu ketika Universitas menyaring masuk jurusan selain IPS kedalam Prodi akuntansi, di dalam kurikulum hanyalah IPS yang dikenalkan dasar-dasar akuntansi, tetapi relasi nya berbanding terbalik, banyak jurusan IPA yang masuk ke Prodi ekonomi. Maka dari itu semua aspek tersebut harus lah juga diperhatikan agar tercipta akuntan yang profesional.
















Daftar Pustaka

Kasmir. 2002. Pengantar Akuntansi Keuangan Lainnya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Suyanto,  Thomas.1989. Pengantar Akuntansi, Jakarta: PT Gramedia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar